sponsor

Selasa, 13 Januari 2009

Israel Ancam Gunakan "Tangan Besi", Hamas Yakin Menang







KOTA GAZA, SELASA —
Pemimpin Hamas Ismail Haniya yakin akan memenangi peperangan di Jalur Gaza, Senin (12/1).

Haniya menyampaikan pidato di televisi beberapa jam setelah Israel mengancam akan menggempur Hamas dengan "tangan besi" jika serangan roket dari Gaza tidak berhenti. Padahal, serangan Israel ke Gaza ditujukan untuk menghentikan roket-roket tersebut.

"Kita mendekati kemenangan," kata Haniya dari tempat yang tidak disebutkan. "Saya beritahukan pada Anda bahwa setelah 17 hari perang yang bodoh ini Gaza tidak terpatahkan dan Gaza tidak akan jatuh." Haniya juga mengatakan, "Darah anak-anak" yang terbunuh dalam pertikaian itu akan menjadi kutukan yang terus menghantui Presiden AS George W Bush.

Bush selama ini menuding Hamas sebagai penyebab pertikaian itu. Pada hari Senin, dia mengatakan ingin ada gencatan senjata yang berkelanjutan, tapi ini tergantung Hamas apakah akan menghentikan serangan roket ke Israel.

Setelah Israel dan Hamas menolak resolusi PBB untuk perdamaian pada pekan lalu, fokus usaha perdamaian adalah pada rencana Mesir yang menghendaki gencatan senjata segera agar bantuan kemanusiaan bisa masuk Gaza.

Mesir juga mengusulkan adanya pembicaraan untuk membuka perbatasan Gaza dan melakukan langkah-langkah pencegahan penyelundupan senjata.

Perdana Menteri Israel Ehud Olmert berterima kasih atas usulan Mesir itu, tapi tuntutan-tuntutan utama Israel bukan hal yang bisa dinegosiasikan. "Operasi militer akan kami hentikan jika dua syarat yang kami minta sudah dipenuhi, yaitu berakhirnya serangan roket dan berhentinya persenjataan untuk Hamas. Jika dua syarat ini dipenuhi, kami akan mengakhiri operasi militer di Gaza," kata Olmert.
"Kalau tidak, hadapi tangan besi rakyat Israel yang tidak bisa lagi memberi tenggang terhadap Qassam (roket)," tegasnya.

Saat Olmert bersikukuh operasi "Meraih Keunggulan" hampir mencapai tujuan, roket-roket makin banyak menghujani Israel. Juru bicara Israel mengatakan bahwa pada Senin hampir 30 roket diluncurkan dari Gaza, tapi tidak dilaporkan adanya korban.

Militer Israel mengatakan, ada 60 sasaran yang mereka hantam di Gaza pada hari Senin, termasuk 20 terowongan di perbatasan Mesir-Gaza dan sembilan tempat peluncuran roket.

Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad, yang kekuasaannya terbatas hanya di Tepi Barat, mengatakan, prakarsa Mesir adalah harapan terbaik bagi perdamaian. "Pihak yang menolak, keberatan, atau lamban menanggapi prakarsa ini akan bertanggung jawab bagi diri sendiri, khususnya kepada rakyat Gaza," katanya.

Paramedis Palestina mengemukakan, korban jiwa bertambah 26 dalam bentrok terbaru sehingga jumlah total yang tewas selama 17 hari serangan Israel mencapai 918 jiwa, 277 di antaranya anak-anak. Korban luka mencapai 4.100 jiwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar